Academy’s Undercover Professor Bahasa Indonesia - DengeriNovel - DengeriNovel
Academy’s Undercover Professor Bahasa Indonesia
By Sayren · Ongoing · 28 views
Diunggah oleh Naqilla pada 17 May 2026, 09:43
Fantasi Isekai
Akademi Sihir
Profesor Rahasia
Masyarakat Rahasia
Sihir vs Sains
Fantasi Light Novel
MC Cerdik
Reinkarnasi Tanpa Cheat
Slow Burn
Misteri Akademi
Audiobook Indonesia
Aku tak pernah membayangkan akan terlempar ke dunia seperti ini.
Tanpa bakat luar biasa. Tanpa kekuatan bawaan yang membuat siapa pun terpana. Hanya bekal ingatan dari Bumi, dari kehidupan sebelumnya yang biasa-biasa saja.
Tapi di sinilah ironinya. Di dunia yang dipenuhi sihir dan mantra, justru pengetahuan lamaku yang menjadi senjata paling tajam.
Sihir di tempat ini terjebak dalam belenggu adat. Mereka menyebutnya tradisi. Warisan turun-temurun yang tak boleh dipertanyakan, apalagi diubah. Sementara itu, ilmu pengetahuan melesat maju, menciptakan hal-hal yang bahkan para penyihir senior tak berani impikan.
Dan aku berdiri di tengahnya.
Pikiranku tak terikat aturan kuno. Tidak ada dogma yang membatasi langkahku. Aku bisa melihat celah yang tak terlihat oleh mereka yang terlalu lama tunduk pada kebiasaan. Sesuatu yang sederhana menurut logika Bumi bisa menjadi keajaiban di sini. Sesuatu yang bagi mereka mustahil, bagiku hanya soal waktu dan eksperimen.
Rasanya seperti berjalan di lorong gelap sambil memegang lilin. Tidak terang benderang, tapi cukup untuk melihat satu langkah lebih maju dari yang lain.
Itu menyenangkan. Awalnya.
Sampai kemudian akademi Sören yang termasyhur itu memanggil.
Dan bukan sebagai mahasiswa, bukan pula sebagai tamu kehormatan. Melainkan sebagai profesor. Profesor rahasia. Untuk sebuah perkumpulan bawah tanah yang beroperasi di balik bayang-bayang menara akademis itu.
Aku bahkan tak sempat mengucapkan kata "tidak".
Bayangkan. Menyamar di antara para akademisi elit. Mengajar hal-hal yang mungkin bisa membuatku terbakar di tiang pengadilan jika ketahuan. Berpura-pura menjadi seseorang yang bukan diriku, setiap hari, setiap jam.
Tidak.
Ini tidak pernah ada dalam daftar rencanaku. Bahkan tidak dalam mimpi terburukku sekalipun.
Tapi inilah aku sekarang. Berdiri di gerbang akademi dengan jubah profesor yang terasa asing di pundak. Menatap menara-menara batu yang menjulang ke langit senja.
Satu langkah lagi, dan permainan ini dimulai.
Tanpa bakat luar biasa. Tanpa kekuatan bawaan yang membuat siapa pun terpana. Hanya bekal ingatan dari Bumi, dari kehidupan sebelumnya yang biasa-biasa saja.
Tapi di sinilah ironinya. Di dunia yang dipenuhi sihir dan mantra, justru pengetahuan lamaku yang menjadi senjata paling tajam.
Sihir di tempat ini terjebak dalam belenggu adat. Mereka menyebutnya tradisi. Warisan turun-temurun yang tak boleh dipertanyakan, apalagi diubah. Sementara itu, ilmu pengetahuan melesat maju, menciptakan hal-hal yang bahkan para penyihir senior tak berani impikan.
Dan aku berdiri di tengahnya.
Pikiranku tak terikat aturan kuno. Tidak ada dogma yang membatasi langkahku. Aku bisa melihat celah yang tak terlihat oleh mereka yang terlalu lama tunduk pada kebiasaan. Sesuatu yang sederhana menurut logika Bumi bisa menjadi keajaiban di sini. Sesuatu yang bagi mereka mustahil, bagiku hanya soal waktu dan eksperimen.
Rasanya seperti berjalan di lorong gelap sambil memegang lilin. Tidak terang benderang, tapi cukup untuk melihat satu langkah lebih maju dari yang lain.
Itu menyenangkan. Awalnya.
Sampai kemudian akademi Sören yang termasyhur itu memanggil.
Dan bukan sebagai mahasiswa, bukan pula sebagai tamu kehormatan. Melainkan sebagai profesor. Profesor rahasia. Untuk sebuah perkumpulan bawah tanah yang beroperasi di balik bayang-bayang menara akademis itu.
Aku bahkan tak sempat mengucapkan kata "tidak".
Bayangkan. Menyamar di antara para akademisi elit. Mengajar hal-hal yang mungkin bisa membuatku terbakar di tiang pengadilan jika ketahuan. Berpura-pura menjadi seseorang yang bukan diriku, setiap hari, setiap jam.
Tidak.
Ini tidak pernah ada dalam daftar rencanaku. Bahkan tidak dalam mimpi terburukku sekalipun.
Tapi inilah aku sekarang. Berdiri di gerbang akademi dengan jubah profesor yang terasa asing di pundak. Menatap menara-menara batu yang menjulang ke langit senja.
Satu langkah lagi, dan permainan ini dimulai.
Chapter
001:
Menuju Ibukota Kekaisaran
Chapter
002:
Ke Ibukota Kekaisaran
Chapter
003:
The Great Train Attack (1)
Chapter
004:
The Great Train Attack (2)
Chapter
005:
Baja Dingin
Chapter
006:
Identitas Palsu (1)
Chapter
007:
Identitas Palsu (2)
Chapter
008:
Identitas Palsu (3)
Chapter
009:
Pekerjaan Terselubung (1)
Chapter
010:
Pekerjaan Terselubung (2)
Chapter
011:
Kelas Satu (1)
Chapter
012:
Kelas Pertama (2)
Chapter
013:
Kelas Satu (3)
Chapter
014:
Source Code (1)
Chapter
015:
Source Code (2)
Chapter
016:
Keraguan (1)